PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN AKIBAT MALPRACTICE

Prima Putra, Ikhsan Yusda (2016) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN AKIBAT MALPRACTICE. Prosiding Seminar Nasional 2016 " Evaluasi Pilkada Serentak: Membangun Kesadaran Politik dan Komunikai Partisipatoris Menuju Penguatan Tata Kelola Pemerintah " , - (-). pp. 845-859. ISSN 2502-7832

[img]
Preview
PDF
6Mb

Official URL: http://www.umpo.ac.id/

Abstract

ABSTRAK Timbulnya malpractice bermula pada hubungan pasien-dokter. Hubungan inilah yang memberikan dasar terdapatnya hak dan kewajiban antara kedua belah pihak. Dalam transaksi terapeutik dokter harus menggunakan kepandaiannya maupun keilmuan yang dimilikinya dalam melakukan perawatan seorang pasien dan kewajiban pasien untuk membayar honorarium dan sebagainya. Adanya kelalaian dokter akibat hubungan yang telah terjadi dapat menyebabkan kerugian pasien. Perubahan nilai-nilai yang terjadi dalam masyarakat akan mengakibatkan benturan-benturan kepentingan yang tidak jarang menyebabkan seseorang akan bertindak menyimpang dari norma-norma yang telah ada sebelumnya. Kode Etika Kedokteran adalah perwujudan nilai-nilai moral yang berlaku bagi profesi kedokteran yang sampai kini berusaha mempertahankan kemuliaan dan kehormatan profesi kedokteran. Transaksi antara dokter dan pasien menimbulkan hak dan kewajiban yang timbal balik, dan apabila hak dan kewajiban itu tidak dipenuhi oleh salahsatu pihak yang sudah bersepakat mengadakan transaksi itu, maka wajarlah apabila pihak yang merasa dirugikan melakukan tuntutan gugatan. Sehingga akhir-akhir ini banyak timbul permasalahan yang menjurus pada tuduhan malpractice kepada profesi dokter. Sebagai pemakai terakhir dari jasa, maka pasien merupakan konsumen yang memakai jasa pelayanan kesehatan. Oleh karena konsumen menyangkut semua individu, maka konsumen mempunyai hak yang mendapat perlindungan hukum, baik itu Hak-hak Asasi Manusia maupun Masyarakat Ekonomi Eropa telah menemukan adanya hak-hak dasar konsumen itu. Kata kunci: Dokter-Pasien, Transaksi Terapeutik, Malpractice, Perlindungan Hukum. ABSTRACT The emergence of malpractice began in patient-physician relationship. These relationships that provide the presence of basic rights and obligations between the parties. In the transaction therapeutic doctors should use its intelligence and science in the treatment of a patient and the patient's obligation to pay the fee and so on. Doctor's negligence that has occurred as a result of a relationship can cause harm patients. Changes in values that occurred in the community will lead to conflicts of interest that does not cause a person will act rarely deviate from the norms that have been there before. Code of Medical Ethics is the embodiment of moral values that apply to the medical profession, which until now tried to keep the glory and honor of the medical profession. Transactions between doctor and patient rights and obligations are reciprocal, and if the rights and obligations are not met by one of the main parties have agreed to hold the deal, it was natural if the party who feels aggrieved perform action lawsuit. So lately many problems arise that lead to allegations of malpractice to the medical profession. As end users of the service, so patients are consumers who use health services. Because of consumer concerns all individuals, then the consumer has the right to legal protection, both Human Rights and the European Economic Community has discovered the existence of the basic rights of the consumer. Keywords: Doctor-Patient, Therapeutic Transactions, Malpractice, Legal Protection.

Item Type:Article
Subjects:C Social Sciences > CC Economic History and Conditions
Divisions:Jurusan Teknologi Informasi > Prog.Studi Teknik Komputer-D3 > Journal, Proceeding
ID Code:577
Deposited By:Mr. OP Repo-1 Puskom
Deposited On:10 Oct 2017 08:03
Last Modified:18 Dec 2018 13:52

Repository Staff Only: item control page